Di sini teduh hadir kukuh,
Di kelopak cerah segala bunga,
Di pucuk-pucuk hijau segala rasa….
Untaian ayat suci kan diikrarkan. Hati berdebar. Tak hanya itu, sebuah janji pun kan diucapkan, bukan janji untukku, tapi janji darinya kepada Tuhan pencipta diriku dan dirinya. Tuhan yang mempertemukan aku dan dia. Dialah Robb semesta alam, yang kepada-Nya segala pujian ditujukan, segala harap disandarkan, segala doa dihaturkan…
Allah… Syukur kuucapkan atas semua nikmat yang telah Engkau berikan.
Akhi,
Sangat kusadari, diri ini bukanlah Zulaikha yang cantik rupawan. Aku hanyalah aku dengan segala kekurangan yang tertangkap mata dan terpaut di hati. Maka, tak layak bagiku mengharap seorang Yusuf hadir disisiku.
Akhi,
Telah kusadari, harta dunia hanyalah titipan. Satu didapat, dua dikeluarkan. Kadang berlebih kadang kekurangan. Tapi janji Allah tak pernah berkurang dalam penepatannya. Hasbiyallah… Semoga kalima itu selalu bersemayam dihatiku dan hatimu, agar selalu kita ikhtiar, tawakkal, dan menomorsatukan keikhlasan kepada-Nya.
Akhi,
Kusadari, kekuatan fisik dan kekokohan raga bukanlah satu-satunya kebanggaan. Ada yang lebih mulia dan berharga di atas itu semua. Aku sambut dirimu untuk bersama membangun kekuatan ruh, kekuatan batin, dan kekuatan pikiran. Agar senantiasa kita berada dalam barisan ummat yang diangkat derajatnya oleh-Nya
Insya Allah…
Akhi,
Setelah Rasulullah, ingatkah engkau, tak pernah ada yang mengalahkan kadar keimanan Abu Bakar. Kesabaran dan ketenangan lahir dari keimanan kepada-Nya. Akan hadirnya dirimu membuka hatiku akan sebuah harap bahwa bersama keimanan, kesabaran dan ketenangan itu kan lahir, tumbuh, dan berkembang tuk meniti jalan ini.
Aku adalah insan. Keinsananku membangunkanku dari lamunan bahwa Surga tak semudah membalikkan telapak tangan untuk meraihnya. Ada jalan berliku yang harus disusuri. Ada batu ujian yang akan menghadang. Ada beribu godaan yang siap menerkam bahkan menjerumuskan. Telah kutulis serangkaian kalimat untuk seseorang, namun dengan penuh kesadaran, keinsananku ini tak pernah lepas dari hakikat diri. Yakni hakikat manusia yang tak pernah menyandang gelar sempurna.
Tulisan kami ini akan terus mengabadi, yang kuharap mampu mengingatkan kami disaat kami lemah dan lupa.
Robbana,,,tetapkanlah hati-hati ini selalu dalam keimanan kepada-Mu….

Allahumma Amiiin
By: syariful on October 23, 2007
at 7:03 am
Semoga ‘barakah’…, amin
From Adinda jhd
By: JHD on October 28, 2007
at 7:49 am
Subhaanallah…….Rabbi…………..
Engkau telah pautkan dua hati
Berkahi mereka seperti Engkau memberikan berkah pada Rasul utusanMu
Tetapkan hati mereka agar senantiasa Istiqomah dijalanMu………..
Seperti aku yang ‘kan berusaha ‘tuk tetap Ikhlas menerima ujianMu
By: salsa on November 20, 2007
at 12:46 pm